KODE PLAT NOMER KENDARAAN

Posted: Agustus 3, 2013 in Budaya, Pengumuman

A = Banten
B = DKI Jakarta
D = Bandung
E = Cirebon
F = Bogor
G = Pekalongan
H = Semarang
K = Pati
L = Surabaya
M = Madura
N = Malang
P = Besuki
R = Banyumas
S = Bojonegoro
T = Kerawang
W = Sidoarjo (Jatim)
Z = Sumedang (Jabar)
AA = Kedu
AB = DI Yogyakarta
AD = Surakarta
AE = Madiun
AG = Kediri
BA = Sumatra Barat
BB = Sumatra Utara (Seluruh daerah kabupaten Tapanuli)
BD = Bengkulu
BE = Lampung
BG = Sumatra Selatan
BH = Jambi
BK = Medan
BL = DI Aceh
BM = Riau
BP = Kepulauan Riau
BN = Bangka
CC = Korps Konsul
CD = Korps Diplomatik
DA = Kalimantan Selatan
DB = Minahasa
DD = Sulawesi Selatan
DM = Sulawesi Utara
DN = Sulawesi Tengah
DE = Maluku Selatan
DG = Maluku Utara
DH = Maluku Timur
DK = Bali
DL = Sangihe/Talaud
DR = Lombok
DS = Papua
EA = Sumbawa
EB = Flores
ED = Sumba
KB = Kalimantan Barat
KT = Kalimantan Timur

Setahu saya kalau kualitatif seperti ini

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
HALAMAN PERSETUJUAN
HALAMAN PENGESAHAN
HALAMAN NOTA DINAS
HALAMAN PERYATAAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
ABSTRAK
BAB I   PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penelitian
D. Kegunaan Penelitian
E. Ruang Lingkup Pembahasan
F. Pengesahan Istilah
G. Sistematika Pembahasan
BAB II  TINJAUAN PUSTAKA
A. Tinjauan Tantang Pembelajaran
1. Pengertian Pembelajaran
2. Tujuan Pembelajaran
3. Faktor yang Mempengaruhi Proses Pembelajaran
4. Teori Tentang Pembelajaran
B.  Tinjauan Tentang …
1.  Pengertian ….
2.  Sumber dan Ruang Lingkup ….
BAB III METODE PENELITIAN
A. Pendekatan dan Jenis Penelitiaan
1.  Pendekatan Penelitian
2.  Jenis Penelitian
B. Kehadiran Peneliti
C. Lokasi Penelitian
D. Sumber Data
E. Teknik Pengumpulan Data
F. Analisis Data
G. Pengecekan Keabsahan Data
H. Tahap-Tahap Penelitian
BAB IV PEMAPARAN DAN ANALISIS HASIL PENELITIAN
A. Gambaran Obyek Penelitian
1.  Sejarah berdirinya …
2.  Letak Geografis
3.  Visi dan Misi ….

B. Pemaparan Data
1.  Tujuan Pendidikan ….
2.  Sistem dan Kurikulum Pendidikan …
3.  keadaan guru …
4.  Keadaan murid …
5.  Aktifitas sekolah …
6.  Sarana dan Prasarana yang Mendukung dalam Proses Pembelajaran
C. Analisis Data
1.  Pembelajaran ….
2.  Faktor Pendukung dan Penghambat ….
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN

setahu saya kerangka kuantitatif seperti ini…

DAFTAR ISI

LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING
LEMBAR PERSETUJUAN PENGUJI SKRIPSI
ABSTRAKSI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I    PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
B.    Permasalahan
1.    Identifikasi Masalah
2.    Pembatasan Masalah
3.    Rumusan Masalah
C.    Tujuan Penelitian
D.    Manfaat Penelitian
BAB II    TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA BERFIKIR DAN PERNYATAAN PENELITIAN
A.    Tinjauan Pustaka
1. X
2. Y
3. Z
B.     Kerangka Berfikir
C.    Pertanyaan Penelitian
BAB III    METODOLOGI PENELITIAN
A.     Tempat dan Waktu Penelitian
B.     Tujuan Penelitian
C.     Metode Penelitian
D.     Variable dan Devinisi Operasional Variable
E.     Teknik Pengambilan Sample
F.     Teknik Pengumpulan Data
BAB IV    HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A.    Deskripsi Data
1.     Keadaan Guru
2.     Keadaan Peserta Didik
3.     Keadaan Sarana dan fasilitas
B.    variable X
C.    variable Y
D.    X dan Y
BAB V    PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN

setahu saya kerangka untuk PTK adalah sebagai berikut :

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR GRAFIK
DAFTAR LAMPIRAN

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penelitian
D. Manfaat Penelitian

BAB II KAJIAN PUSTAKA
A. Konsep Pelajaran X dan Y
B. Konsep Belajar
C. Strategi Belajar Mengajar
D. Penelitian Tindakan Kelas

BAB III PELAKSANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN
A. Subjek Penelitian
B. Deskripsi Per Siklus

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
B. Temuan dan Refleksi
C. Pembahasan

BAB V KESIMPULAN , SARAN DAN TINDAK LANJUT
A. Kesimpulan
B. Saran
C. Tindak Lanjut

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

atau yang lebih lengkapnya

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
HALAMAN PESETUJUAN
HALAMAN PENGESAHAN
HALAMAN NOTA DINAS
HALAMAN PERNYATAAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
ABSTRAK
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penelitian
D. Manfaat Penelitian
E. Ruang Lingkup Pembahasan
F. Definisi Operasional
G. Sistematika Pembahasan
BAB II KAJIAN TEORI
A. PAKEM
1.  Pengertian PAKEM
2.  Latar Belakang PAKEM
3.  Tujuan PAKEM
4.  PAKEM dalam Perpsektif PAI
5.  Implementasi PAKEM Pada PAI
6.  Keterkaitan PAKEM dengan Motivasi
7.  Keterkaitan PAKEM dengan Keaktifan
8.  Keterkaitan PAKEM dengan Kreativitas
B.  Motivasi Belajar
1.  Pengertian Motivasi Belajar
2.  Fungsi Motivasi Belajar
3.  Tujuan Motivasi
4.  Ciri-ciri Motivasi
5.  Prinsip-prinsip Motivasi
6.  Macam-macam/jenis Motivasi
7.  Bentuk-bentuk Motivasi di Sekolah
8.  Cara Menimbulkan dan Memupuk Motivasi
C.  Keaktifan
1.  Pengertian Keaktifan
2.  Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keaktifan
3.  Prinsip-prinsip Aktivitas
4.  Jenis-jenis Aktivitas dalam Belajar
D. Kreativitas
1.  Pengertian Kreativitas
2.  Ciri-ciri Kepribadian Kreatif
3.  Pendekatan 4 P dalam Mengembangkan Kreativitas
4.  Kreativitas dalam Perspektif Pendidikan Islam
E.  Pendidikan Agama Islam
1.  Pengertian Pendidikan Agama Islam
2.  Tujuan Pendidikan Agama Islam
3.  Dasar-dasar Pelaksanaan Pendidikan Agama Islam
BAB III METODE PENELITIAN
A. Desain dan Jenis Penelitian
B. Instrumen Penelitian
C. Lokasi Penelitian
D. Sumber Data dan Jenis Data
E. Teknik Pengumpulan Data
F. Analisis Data
G. Pengecekan Keabsahan Data
H. Tahap-tahap Penelitian
BAB IV HASIL PENELITIAN
A. Latar Belakang Obyek Penelitian
1. Sejarah SDN
2. Visi, Misi dan Tujuan
3. Keadaan Guru
4. Keadaan Siswa
5. Sarana dan Prasarana
B.  Siklus Penelitian
1. Identifikasi Masalah
2.  Siklus I
3.  Siklus II
4.  Siklus III

BAB V PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

BAB VI PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran-Saran

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN

Metode penelitian berhubungan erat dengan prosedur,  teknik,  alat, serta desain penelitian yang digunakan. Desain penelitian harus cocok dengan pendekatan  penelitian yang dipilih. Prosedur, teknik, serta alat yang digunakan dalam penelitian harus cocok pula dengan metode penelitian yang ditetapkan. Sebelum penelitian dilaksanakan, peneliti perlu menjawab sekurang-kurangnya tiga pertanyaan pokok (Nazir, 1985) yaitu:

  1. Urutan kerja atau prosedur apa yang harus dilakukan dalam melaksanakan suatu penelitian?
  2. Alat-alat (instrumen) apa yang akan digunakan dalam mengukur ataupun dalam mengumpulkan data serta teknik apa yang akan digunakan dalam menganalisis data?
  3. Bagaimana melaksanakan penelitian tersebut?

Jawaban atas ketiga pertanyaan tersebut memberikan kepada peneliti urutan-urutan pekerjaan yang terus dilakukan dalam suatu penelitian. Hal ini sangat membantu peneliti untuk mengendalikan kegiatan atau tahap-tahap kegiatan serta mempermudah mengetahui kemajuan (proses) penelitian. Metode penelitian menggambarkan rancangan penelitian yang meliputi prosedur atau langkah-langkah yang harus ditempuh, waktu penelitian, sumber data, serta dengan cara apa data tersebut diperoleh dan diolah/dianalisis.  Dalam  prakteknya terdapat sejumlah metode yang biasa digunakan untuk kepentingan penelitian.

Berdasarkan sifat-sifat masalahnya, Suryabrata (1983) mengemukakan sejumlah metode penelitian yaitu sebagai berikut

  1. Penelitian Historis yang bertujuan untuk membuat rekonstruksi masa lampau secara sistematis dan obyektif.
  2. Penelitian  Deskriptif yang yang bertujuan untuk  membuat deskripsi secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta dan sifat populasi atau daerah tertentu.
  3. Penelitian Perkembangan yang bertujuan untuk menyelidiki pola dan urutan pertumbuhan dan/atau perubahan sebagai fungsi waktu.
  4. Penelitian Kasus/Lapangan yang bertujuan untuk mempelajari secara intensif latar belakang keadaan sekarang dan interaksi lingkungansuatu obyek
  5. Penelitian  Korelasional yang bertujuan untuk  mengkaji tingkat keterkaitan antara variasi suatu faktor dengan variasi faktor lain berdasarkan koefisien korelasi
  6. Penelitian  Eksperimental suguhan yang bertujuan untuk  menyelidiki kemungkinan hubungan sebab akibat dengan melakukan kontrol/kendali
  7. Penelitian  Eksperimental semu yang bertujuan untuk  mengkaji kemungkinan hubungan sebab akibat dalam keadaan yang tidak memungkinkan ada kontrol/kendali, tapi dapat diperoleh informasi pengganti bagi situasi dengan pengendalian.
  8. Penelitian  Kausal-komparatif yang bertujuan untuk  menyelidiki kemungkinan hubungan sebab-akibat, tapi tidak dengan jalan eksperimen tetapi  dilakukan dengan pengamatan terhadap data dari faktor yang diduga menjadi penyebab, sebagai pembanding.
  9. Penelitian  Tindakan yang bertujuan untuk  mengembangkan keterampilan baru atau pendekatan baru dan diterapkan langsung serta dikaji hasilnya.

McMillan dan Schumacher (2001) memberikan pemahaman tentang metode penelitian dengan mengelompokkannya dalam dua tipe utama yaitu kuantitatif dan kualitatif yang masing-masing terdiri atas beberapa jenis metode sebagaimana ditunjukkan pada tabel berikut.

Jenis-Jenis Metode Penelitian

dede

Jenis-jenis penelitian lain dapat dibedakan atas dasar beberapa sumber referensi berikut ini.

Jenis-Jenis Metode Penelitian Menurut Ahli

fefe

 

 

 

 

 

 

 

 

Banyaknya jenis metode penelitian sebagaimana dikemukakan di atas, dilandasi oleh adanya perbedaan pandangan dalam menetapkan masing-masing metode. Uraian selanjutnya tidak akan  mengungkap semua jenis metode yang dikemukakan di atas tetapi membahas secara singkat beberapa metode penelitian sederhana yang sering digunakan dalam penelitian pendidikan.

A. Penelitian Deskriptif

Penelitian deskriptif adalah penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa, kejadian yang terjadi saat sekarang. Penelitian deskriptif memusatkan perhatian kepada masalah-masalah actual sebagaimana adanya pada saat penelitian berlangsung. Melalui penelitian deskriptif, peneliti berusaha mendeskripsikan peristiwa dan kejadian yang menjadi pusat perhatian tanpa memberikan perlakukan khusus terhadap peristiwa tersebut. Variabel yang diteliti bisa tunggal (satu variabel) bisa juga lebih dan satu variabel.

B. Studi Kasus

Penelitian Studi kasus pada dasarnya mempelajari secara intensif seseorang individu atau kelompok yang dipandang mengalami kasus tertentu. Misalnya, mempelajari secara khusus kepala sekolah yang tidak disiplin dalam bekerja. Terhadap kasus tersebut peneliti mempelajarinya secara mendalam dan dalam kurun waktu cukup lama. Mendalam, artinya mengungkap semua variable yang dapat menyebabkan terjadinya kasus tersebut dari berbagai aspek.

Tekanan utama dalam studi kasus adalah mengapa individu melakukan apa yang dia lakukan dan bagaimana tingkah lakunya dalam kondisi dan pengaruhnya terhadap lingkungan. Untuk mengungkap persoalan kepala sekolah yang tidak disiplin peneliti perlu mencari data berkenaan dengan pengalamannya pada masa lalu, sekarang, lingkungan yang membentuknya, dan kaitan variabel-variabel yang berkenaan dengan kasusnya. Data diperoleh dari berbagai sumber seperti rekan kerjanya, guru, bahkan juga dari dirinya. Teknik memperoleh data sangat komprehensif seperti observasi perilakunya, wawancara, analisis dokumenter, tes, dan lain-lain bergantung kepada kasus yang dipelajari.

Setiap data dicatat secara cermat, kemudian dikaji, dihubungkan satu sama lain, kalau perlu dibahas dengan peneliti lain sebelum menarik kesimpulankesimpulan penyebab terjadinya kasus atau persoalan yang ditunjukkan oleh individu tersebut. Studi kasus mengisyaratkan pada penelitian kualitatif. Kelebihan studi kasus dari studi lainnya adalah, bahwa peneliti dapat mempelajari subjek secara mendalam dan menyeluruh.

Namun kelemahanya sesuai dengan sifat studi kasus bahwa informasi yang diperoleh sifatnya subyektif, artinya hanya untuk individu yang bersangkutan dan belum tentu dapat digunakan untuk kasus yang sama pada individu yang lain. Dengan kata lain, generalisasi informasi sangat terbatas penggunaannya. Studi kasus bukan untuk menguji hipotesis, namun sebaliknya hasil studi kasus dapat menghasilkan hipotesis yang dapat diuji melalui penelitian lebih lanjut. Banyak teori, konsep dan prinsip dapat dihasilkan dan temuan studi kasus.

C. Penelitian Survei

Penelitian survei cukup banyak digunakan untuk pemecahan masalah-masalah pendidikan termasuk kepentingan perumusan kebijaksanaan pendidikan. Tujuan utamanya adalah mengumpulkan informasi tentang variabel dari sekolompok obyek (populasi). Survei dengan cakupan seluruh populasi (obyek) disebut sensus. Sedangkan survei yang mempelajari sebagian populasi dinamakan sampel survei. Untuk kepentingan pendidikan, survei biasanya mengungkap permasalahan yang berkenaan dengan berapa banyak siswa yang mendaftar dan diterima di suatu sekolah? Berapa jumlah siswa rata-rata dalam satu kelas? Berapa banyak guru yang telah memenuhi kualifikasi yang telah ditentukan? Pertanyaan-pertanyaan kuantitatif seperti itu diperlukan sebagai dasar perencanaan dan pemecahan masalah pendidikan di sekolah. Pada tahap selanjutnya dapat pula dilakukan perbadingan atau analsis hubungan antara variabel tersebut.

D. Studi Korelasional

Seperti halnya survei, metode deskriptif lain yang sering digunakan dalam pendidikan adalah studi korelasi. Studi ini mempelajari hubungan dua variabel atau lebih, yakni sejauh mana variasi dalam satu variable berhubungan dengan variasi dalam variabel lain. Derajat hubungan variable-variabel dinyatakan dalam satu indeks yang dinamakan koefisien korelasi. Koefisien korelasi dapat digunakan untuk menguji hipotesis tentang hubungan antar variabel atau untuk menyatakan besar-kecilnya hubungan antara kedua variabel.

Studi korelasi bertujuan menguji hipotesis, dilakukan dengan cara mengukur sejumlah variabel dan menghitung koefisien korelasi antara variabel-variabel tersebut, agar dapat ditentukan variabel-variabel mana yang berkorelasi. Misalnya peneliti ingin mengetahui variabel-variabel mana yang sekiranya berhubungan dengan kompetensi profesional kepala sekolah.

Semua variabel yang ada kaitannya (misal latar belakang pendidikan, supervisi akademik, dll) diukur, lalu dihitung koefisien korelasinya untuk mengetahui variabel mana yang paling kuat hubungannya dengan kemampuan manajerial kepala sekolah.

E. Penelitian Eksperimen

Penelitian eksperimen dapat didefinisikan sebagai metode sistematis guna membangun hubungan yang mengandung fenomena sebab akibat. Penelitian eksperimen merupakan metode inti dari model penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif. Dalam metode eksperimen, peneliti harus melakukan tiga persyaratan yaitu kegiatan mengontrol, kegiatan memanipulasi, dan observasi. Dalam penelitian eksperimen, peneliti membagi objek atau subjek yang diteliti menjadi 2 kelompok yaitu kelompok treatment yang mendapatkan perlakuan dan kelompok kontrol yang tidak mendapatkan perlakuan.

F. Penelitian Tindakan

Penelitian tindakan adalah suatu bentuk penelitian refleleksi-diri yang dilakukan oleh para partisipan dalam situasi-situasi sosial (termasuk pendidikan) untuk memperbaiki praktek yang dilakukan sendiri. Dengan demikian akan diperoleh pemahaman mengenai praktek tersebut dan situasi di mana praktek tersebut dilaksanakan. Terdapat dua esensi penelitian tindakan yaitu perbaikan dan keterlibatan. Hal ini mengarahkan tujuan penelitian tindakan ke dalam tiga area yaitu: (1) Untuk memperbaiki praktek; (2) Untuk pengembangan profesional dalam arti meningkatkan pemahaman/kemampuan para praktisi terhadap praktek yang dilaksanakannya; (3) Untuk memperbaiki keadaan atau situasi di mana praktek tersebut dilaksanakan.

G. Metode Penelitian dan Pengembangan (R&D)

Penelitian dan Pengembangan atau Research and Development (R&D) adalah strategi atau metode penelitian yang cukup ampuh untuk memperbaiki praktek. Yang dimaksud dengan Penelitian dan Pengembangan atau Research and Development (R&D) adalah rangkaian proses atau langkah-langkah dalam rangka mengembangkan suatu produk baru atau menyempurnakan produk yang telah ada agar dapat dipertanggung jawabkan. Produk tersebut tidak selalu berbentuk benda atau perangkat keras (hardware), seperti buku, modul, alat bantu pembelajaran di kelas atau di laboratorium, tetapi bisa juga perangkat lunak (software), seperti program komputer untuk pengolahan data, pembelajaran di kelas, perpustakaan atau laboratorium, ataupun model-model pendidikan, pembelajaran, pelatihan, bimbingan, evaluasi, sistem manajemen, dan lain-lain.

Demikianlah beberapa metode penelitian dalam pendidikan, sumber utama dari penulisan metode penelitian ini yaitu dari Surya Dharma, MPA., Ph.D, (2008) Pendekatan, Jenis, Dan Metode Penelitian Pendidikan : Jakarta

Sumber :

http://belajarpsikologi.com/pendekatan-jenis-dan-metode-penelitian-pendidikan/

Pengertian Pendekatan, Strategi, Metode, Teknik, Taktik dan Model Pembelajaran

Dalam proses pembelajaran dikenal beberapa istilah yang memiliki kemiripan makna, sehingga seringkali orang merasa bingung untuk membedakannya. Istilah-istilah tersebut adalah: (1) pendekatan pembelajaran, (2) strategi pembelajaran, (3) metode pembelajaran, (4) teknik pembelajaran, (5) taktik pembelajaran, dan (6) model pembelajaran. Berikut ini akan dipaparkan pengertian istilah – istilah tersebut, dengan harapan dapat memberikan kejelasaan tentang penggunaan istilah tersebut.

Pendekatan Pembelajaran

Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. Dilihat dari pendekatannya, pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan, yaitu: (1) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach) dan (2) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach).

Strategi pembelajaran.

Dari pendekatan pembelajaran yang telah ditetapkan selanjutnya diturunkan ke dalam Strategi Pembelajaran. Newman dan Logan (Abin Syamsuddin Makmun, 2003) mengemukakan empat unsur strategi dari setiap usaha, yaitu:

  1. Mengidentifikasi dan menetapkan spesifikasi dan kualifikasi hasil (out put) dan sasaran (target) yang harus dicapai, dengan mempertimbangkan aspirasi dan selera masyarakat yang memerlukannya.
  2. Mempertimbangkan dan memilih jalan pendekatan utama (basic way) yang paling efektif untuk mencapai sasaran.
  3. Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah (steps) yang akan dtempuh sejak titik awal sampai dengan sasaran.
  4. Mempertimbangkan dan menetapkan tolok ukur (criteria) dan patokan ukuran (standard) untuk mengukur dan menilai taraf keberhasilan (achievement) usaha.

Jika kita terapkan dalam konteks pembelajaran, keempat unsur tersebut adalah:

  1. Menetapkan spesifikasi dan kualifikasi tujuan pembelajaran yakni perubahan profil perilaku dan pribadi peserta didik.
  2. Mempertimbangkan dan memilih sistem pendekatan pembelajaran yang dipandang paling efektif.
  3. Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah atau prosedur, metode dan teknik pembelajaran.
  4. Menetapkan norma-norma dan batas minimum ukuran keberhasilan atau kriteria dan ukuran baku keberhasilan.

Sementara itu, Kemp (Wina Senjaya, 2008) mengemukakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Selanjutnya, dengan mengutip pemikiran J. R David, Wina Senjaya (2008) menyebutkan bahwa dalam strategi pembelajaran terkandung makna perencanaan. Artinya, bahwa strategi pada dasarnya masih bersifat konseptual tentang keputusan-keputusan yang akan diambil dalam suatu pelaksanaan pembelajaran.

Dilihat dari strateginya, pembelajaran dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian pula, yaitu: (1) exposition-discovery learning dan (2) group-individual learning (Rowntree dalam Wina Senjaya, 2008). Ditinjau dari cara penyajian dan cara pengolahannya, strategi pembelajaran dapat dibedakan antara strategi pembelajaran induktif dan strategi pembelajaran deduktif. Strategi pembelajaran sifatnya masih konseptual dan untuk mengimplementasikannya digunakan berbagai metode pembelajaran tertentu. Dengan kata lain, strategi merupakan “a plan of operation achieving something” sedangkan metode adalah “a way in achieving something” (Wina Senjaya (2008).

Metode pembelajaran

Jadi, metode pembelajaran di sini dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Terdapat beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran, diantaranya: (1) ceramah; (2) demonstrasi; (3) diskusi; (4) simulasi; (5) laboratorium; (6) pengalaman lapangan; (7) brainstorming; (8) debat, (9) simposium, dan sebagainya.

Teknik Pembelajaran

Selanjutnya metode pembelajaran dijabarkan ke dalam teknik dan taktik pembelajaran. Dengan demikian, teknik pembelajaran dapat diatikan sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik. Misalkan, penggunaan metode ceramah pada kelas dengan jumlah siswa yang relatif banyak membutuhkan teknik tersendiri, yang tentunya secara teknis akan berbeda dengan penggunaan metode ceramah pada kelas yang jumlah siswanya terbatas. Demikian pula, dengan penggunaan metode diskusi, perlu digunakan teknik yang berbeda pada kelas yang siswanya tergolong aktif dengan kelas yang siswanya tergolong pasif. Dalam hal ini, guru pun dapat berganti-ganti teknik meskipun dalam koridor metode yang sama.

Taktik Pembelajaran.

Sementara taktik pembelajaran merupakan gaya seseorang dalam melaksanakan metode atau teknik pembelajaran tertentu yang sifatnya individual. Misalkan, terdapat dua orang sama-sama menggunakan metode ceramah, tetapi mungkin akan sangat berbeda dalam taktik yang digunakannya. Dalam penyajiannya, yang satu cenderung banyak diselingi dengan humor karena memang dia memiliki sense of humor yang tinggi, sementara yang satunya lagi kurang memiliki sense of humor, tetapi lebih banyak menggunakan alat bantu elektronik karena dia memang sangat menguasai bidang itu. Dalam gaya pembelajaran akan tampak keunikan atau kekhasan dari masing-masing guru, sesuai dengan kemampuan, pengalaman dan tipe kepribadian dari guru yang bersangkutan. Dalam taktik ini, pembelajaran akan menjadi sebuah ilmu sekalkigus juga seni (kiat)

Model Pembelajaran

Apabila antara pendekatan, strategi, metode, teknik dan bahkan taktik pembelajaran sudah terangkai menjadi satu kesatuan yang utuh maka terbentuklah apa yang disebut dengan model pembelajaran. Jadi, model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran.

Berkenaan dengan model pembelajaran, Bruce Joyce dan Marsha Weil (Dedi Supriawan dan A. Benyamin Surasega, 1990) mengetengahkan 4 (empat) kelompok model pembelajaran, yaitu: (1) model interaksi sosial; (2) model pengolahan informasi; (3) model personal-humanistik; dan (4) model modifikasi tingkah laku. Kendati demikian, seringkali penggunaan istilah model pembelajaran tersebut diidentikkan dengan strategi pembelajaran.

Untuk lebih jelasnya, posisi hierarkis dari masing-masing istilah tersebut, kiranya dapat divisualisasikan sebagai berikut:

Di luar istilah-istilah tersebut, dalam proses pembelajaran dikenal juga istilah desain pembelajaran.  Jika strategi pembelajaran lebih berkenaan dengan pola umum dan prosedur umum aktivitas pembelajaran, sedangkan desain pembelajaran lebih menunjuk kepada cara-cara merencanakan suatu sistem lingkungan belajar tertentu setelah ditetapkan strategi pembelajaran tertentu. Jika dianalogikan dengan pembuatan rumah, strategi membicarakan tentang berbagai kemungkinan tipe atau jenis rumah yang hendak dibangun (rumah joglo, rumah gadang, rumah modern, dan sebagainya), masing-masing akan menampilkan kesan dan pesan yang berbeda dan unik. Sedangkan desain adalah menetapkan cetak biru (blue print) rumah yang akan dibangun beserta bahan-bahan yang diperlukan dan urutan-urutan langkah konstruksinya, maupun kriteria penyelesaiannya, mulai dari tahap awal sampai dengan tahap akhir, setelah ditetapkan tipe rumah yang akan dibangun.

Berdasarkan uraian di atas, bahwa untuk dapat melaksanakan tugasnya secara profesional, seorang guru dituntut dapat memahami dan memliki keterampilan yang memadai dalam mengembangkan berbagai model pembelajaran yang efektif, kreatif dan menyenangkan, sebagaimana diisyaratkan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.

Mencermati upaya reformasi pembelajaran yang sedang dikembangkan di Indonesia, para guru atau calon guru saat ini banyak ditawari dengan aneka pilihan model pembelajaran, yang kadang-kadang untuk kepentingan penelitian (penelitian akademik maupun penelitian tindakan) sangat sulit menermukan sumber-sumber literarturnya. Namun, jika para guru (calon guru) telah dapat memahami konsep atau teori dasar pembelajaran yang merujuk pada proses (beserta konsep dan teori) pembelajaran sebagaimana dikemukakan di atas, maka pada dasarnya guru pun dapat secara kreatif mencobakan dan mengembangkan model pembelajaran tersendiri yang khas, sesuai dengan kondisi nyata di tempat kerja masing-masing, sehingga pada gilirannya akan muncul model-model pembelajaran versi guru yang bersangkutan, yang tentunya semakin memperkaya khazanah model pembelajaran yang telah ada.

==========

Sumber:

Abin Syamsuddin Makmun. 2003. Psikologi Pendidikan. Bandung: Rosda Karya Remaja.

Dedi Supriawan dan A. Benyamin Surasega, 1990. Strategi Belajar Mengajar (Diktat Kuliah). Bandung: FPTK-IKIP Bandung.

Udin S. Winataputra. 2003. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.

Wina Senjaya. 2008. Strategi Pembelajaran; Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Beda Strategi, Model, Pendekatan, Metode, dan Teknik Pembelajaran (http://smacepiring.wordpress.com/)

 

Jadwal UTS

Posted: April 29, 2013 in Pendidikan, Pengumuman, Teknologi
JADWAL UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS) KELAS REGULER
PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA
SEMESTER GENAP
TA. 2012 – 2013
Kelas EA1
Semester II
No Nama Mata Kuliah SKS Prasyarat Dosen Pengampu Hari Jam Ruang
1 Al Islam dan Kemuhammadiyahan 2 (2-0) Ahmad Mubarok, S.Pd senin 10.30-12.40 B101
2 Algoritma Pemrograman II 3 (2-1) Agust Isa Martinus, M.T selasa 08.00-10.30 Lab
3 Aljabar Linier dan Matriks 3 (3-0) Muhammad Subhan, S.T senin 08.00-10.30 B101
4 Bahasa Inggris Profesi 2 (2-0) Arofah Firdaus, S.Pd senin 13.00-14.40 B101
5 ISD 2 (2-0) Ade Johar M. selasa 10.30-11.40 B101
6 Kalkulus II 2 (2-0) Muhammad Subhan, S.T selasa 11.40-13.00 B101
7 Pemrograman I (Pascal) 2 (1-1) Mumun Munawar, S.T selasa 13.00-14.00 Lab
8 Sistem Operasi 3 (2-1) Darwan, M.Kom jum’at 08.00-10.00 Lab
9 Struktur Data 2 (2-0) Suhana, S.Kom jum’at 10.00-11.30 B101
21
Kelas EA2
Semester II
No Nama Mata Kuliah SKS Prasyarat Dosen Pengampu Hari Jam Ruang
1 Al Islam dan Kemuhammadiyahan 2 (2-0) Ahmad Mubarok, S.Pd Senin 08.00 – 09.40 B105
2 Algoritma Pemrograman II 3 (2-1) Agust Isa Martinus, M.T selasa 10.30-12.30 Lab
3 Aljabar Linier dan Matriks 3 (3-0) Muhammad Subhan, S.T Senin 10.30-12.30 B105
4 Bahasa Inggris Profesi 2 (2-0) Arofah Firdaus, S.Pd senin 12.30-13.30 B105
5 ISD 2 (2-0) Ade Johar M. Selasa 12.30-13.30 B105
6 Kalkulus II 2 (2-0) Muhammad Subhan, S.T Selasa 13.30-15.30 B105
7 Pemrograman I (Pascal) 2 (1-1) Mumun Munawar, S.T selasa 15.30-17.00 Lab
8 Sistem Operasi 3 (2-1) Darwan, M.Kom jum’at 10.00-12.00 Lab
9 Struktur Data 2 (2-0) Suhana, S.Kom jum’at 13.00-14.00 B105
21
Kelas EA1
Semester IV
No Nama Mata Kuliah SKS Prasyarat Dosen Pengampu Hari Jam Ruang
1 Statitiska 3 (3-0) Agust Isa Martinus, M.T Senin 08.00 – 11.20 Lab
2 Komunikasi Data 2 (2-0) Wahyu Triono, S.T., M.MPd jum’at 08.00-09.30 B107
3 Pemodelan dan simulasi 2 (2-0) Yaman, M.Cs Rabu 08.00-09.30 B107
4 Microprocessor 2 (2-0) Maksudi, S.T Senin 11.20-13.00 B107
5 Sistem Berkas 3 (2-1) Wahyu Triono, S.T., M.MPd Jum’at 09.30-12.00 B107
6 Pemograman IV (Pemrog. Ber. Obyek) 4 (3-1) Yaman, M.Cs Rabu 09.30-12.30 Lab Kmps 2
7 Al Islam Studi Al Hadist 2 (2-0) Sunardi, M.PdI jum’at 13.00 – 14.30 B107
20
Kelas EA2
Semester IV
No Nama Mata Kuliah SKS Prasyarat Dosen Pengampu Hari Jam Ruang
1 Statitiska 3 (3-0) Agust Isa Martinus, M.T Senin 11.20-13.30 Lab
2 Komunikasi Data 2 (2-0) Wahyu Triono, S.T., M.MPd Jum’at 09.30-11.00 B107
3 Pemodelan dan simulasi 2 (2-0) Yaman, M.Cs Selasa 08.00-09.30 B107
4 Microprocessor 2 (2-0) Maksudi, S.T Senin 13.30-14.30 B107
5 Sistem Berkas 3 (2-1) Wahyu Triono, S.T., M.MPd Jum’at 12.30-14.30 B107
6 Pemograman IV (Pemrog. Ber. Obyek) 4 (3-1) Yaman, M.Cs Selasa 09.30-12.30 B107
7 Al Islam Studi Al Hadist 2 (2-0) Sunardi, M.PdI Jum’at 14.30-16.00 B107
20
Semester VI
No Nama Mata Kuliah SKS Prasyarat Dosen Pengampu Hari Jam Ruang
1 Kecerdasan Buatan 2 (2-0) Suhana, S.Kom Jum’at 14.30-16.00 B104
2 Jaringan Syaraf Tiruan 4 (3-1) Maksudi, S.T Senin 14.30-17.30 Lab
3 Sistem Informasi 3 (3-0) Dian Novianti, M.Kom Selasa 10.00-12.00 B104
4 Manajemen Proyek 2 (2-0) Handi Eko, M.M Jum’at 13.00-14.30 B104
5 Metodologi Penelitian 2 (2-0) Ade Johar Maturidi Senin 09.00-10.30 B104
6 Pemrograman Web 4 (3-1) Supriyono, S.Kom Selasa 12.00-15.00 Lab
7 Lagislasi Profesi IT 2 (2-0) Dian Novianti, M.Kom Senin 10.30-12.00 B104
8 Sistem Informasi Manajemen 3 (3-0) Wiwi Hartati, M.Si Jum’at 10.00-12.00 B104
22
JADWAL UTS KELAS NON REGULER
PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA
 SEMESTER GENAP
TA. 2012 – 2013
Semester II
No Nama Mata Kuliah SKS Dosen Pengampu Hari Tanggal Jam Ruang
1 Sistem Operasi 3 (2-1) Suhana Minahjaya, S.Kom Sabtu 11 April 2013 08.00-09.30 B105
2 ISD 2 (2-0) Ade Johar M Sabtu 11 April 2013 10.00-11.30 B105
3 Struktur Data 2 (2-0) Suhana Minahjaya, S.Kom Sabtu 11 April 2013 13.00 – 14.30 B105
4 Al Islam dan Kemuhammadiyahan 2 (2-0) Ahmad Mubarok, S.Pd Minggu 12 April 2013 08.00-09.30 B105
5 Aljabar Linier dan Matriks 3 (3-0) Muhammad Subhan, S.T Minggu 12 April 2013 10.00-11.30 B105
6 Algoritma Pemrograman II 3 (2-1) Agust Isa M, MT Minggu 12 April 2013 13.00 – 14.30 B105
7 Kalkulus II 2 (2-0) Muhammad Subhan, S.T Sabtu 18 April 2013 08.00-09.30 B105
8 Pemrograman I (Pascal) 2 (1-1) Mumun Munawar, S.T Sabtu 18 April 2013 10.00-11.30 B105
9 Bahasa Inggris Profesi 2 (2-0) Arofah Firdaus, S.Pd Sabtu 18 April 2013 13.00 – 14.30 B105
Semester IV
No Nama Mata Kuliah SKS Dosen Pengampu Hari Tanggal Jam Ruang
1 Komunikasi Data 2 (2-0) Wahyu Triono, S.T, M.MPd Jumat 10 April 2013 16.00 – 17.30 B101
2 Sistem Berkas 3 (2-1) Wahyu Triono, S.T, M.MPd Jumat 10 April 2013 18.00 – 19.30 B101
3 Sistem Informasi 3 (3-0) Dian Novianti, M.Kom Sabtu 11 April 2013 08.00-09.30 B101
4 Pemodelan dan simulasi 2 (2-0) Suhana Minahjaya, S.Kom Sabtu 11 April 2013 10.00-11.30 B101
5 Pemograman IV (Pemrog. Ber. Ob.) 4 (3-1) Yaman, M.Cs Sabtu 11 April 2013 13.00 – 14.30 B101
6 Statitiska 3 (3-0) Ridwan, ST Minggu 12 April 2013 08.00-09.30 B101
7 Al Islam Studi Al Hadist 2 (2-0) Sunardi, M.PdI Minggu 12 April 2013 10.00-11.30 B101
8 Lagisasi Profesi 2 (2-0) Dian Novianti, M.Kom Sabtu 18 April 2013 08.00-09.30 B101
9 Microprocessor 2 (2-0) Maksudi, S.T Sabtu 18 April 2013 10.00-11.30 B101
Semester VI
No Nama Mata Kuliah SKS Dosen Pengampu Hari Jam Ruang
1 Sistem Informasi 3 (3-0) Dian Novianti, M.Kom Sabtu 11 April 2013 08.00-09.30 B101
2 Sistem Informasi Manajemen 3 (3-0) Wiwi Hartati, M.Si Sabtu 11 April 2013 10.00-11.30 B104
3 Kecerdasan Buatan 2 (2-0) Suhana Minahjaya, S.Kom Sabtu 11 April 2013 14.30-16.00
4 Pemrograman Web 4 (3-1) Supriyono, S.Kom Minggu 12 April 2013 08.00-09.30 B104
5 Manajemen Proyek 2 (2-0) Handi Eko, MM Minggu 12 April 2013 10.00-11.30 B104
6 Metodologi Penelitian 2 (2-0) Ade Johar Maturidi Minggu 12 April 2013 13.00 – 14.30 B104
7 Lagisasi Profesi 2 (2-0) Dian Novianti, M.Kom Sabtu 18 April 2013 08.00-09.30 B101
8 Jaringan Syaraf Tiruan 4 (3-1) Maksudi, S.T Sabtu 18 April 2013 10.00-11.30 B104