Blog atau WEB

Sudah beberapa hari ini banyak teman datang untuk berkonsultasi mengenai perancangan sebuah web. Ada pertanyaan mudah yang masih belum dimengerti tentang web itu sendiri. Apasih web itu? Atau sebenarnya apa yang kamu buat itu web atau blog? Atau Apa bedanya web dengan blog?

Pertanyaan mudah tetapi terkadang susah untuk dijawab secara teori.

 Apa itu WEB?

Website adalah halaman informasi yang disediakan melalui jalur internet sehingga bisa diakses di seluruh dunia selama terkoneksi dengan jaringan internet. Website merupakan kumpulan komponen yang terdiri dari teks, gambar, suara animasi sehingga lebih merupakan media informasi yang menarik untuk dikunjungi. Secara garis besar, website bisa digolongkan menjadi 3 bagian yaitu:

  1. Website Statis
  2. Website Dinamis
  3. Website Interaktif

Website Statis adalah web yang mempunyai halaman tidak berubah. Artinya adalah untuk melakukan perubahan pada suatu halaman dilakukan secara manual dengan mengedit code yang menjadi struktur dari website tersebut.

Website Dinamis merupakan website yang secara struktur diperuntukan untuk update sesering mungkin. Biasanya selain utama yang bisa diakses oleh user pada umumnya, juga disediakan halaman backend untuk mengedit kontent dari website. Contoh umum mengenai website dinamis adalah web berita atau web portal yang didalamnya terdapat fasilitas berita, polling dan sebagainya.

Website Interaktif adalah web yang saat ini memang sedang booming. Salah satu contoh website interaktif adalah blog dan forum. Di website ini user bisa berinteraksi dan beradu argument mengenai apa yang menjadi pemikiran mereka. Biasanya website seperti memiliki moderator untuk mengatur supaya topik yang diperbincangkan tidak keluar jalur.

Apa Itu Blog?

Secara Bahasa merupakan singkatan dari Weblog. Weblog sendiri merupakan singkatan dari “Logging The Web”. Asal-usul dari istilah “Logging The Web” adalah memasuki web dan menuliskan ‘kesimpulan link-link mana yang menarik‘ dan memberikan pendapat tentang link tersebut di jurnal online mereka. Lebih lengkap, silahkan baca sejarah asal usul blog.

Apa bedanya blog dan website?

Setiap narasumber emiliki definisi berbeda mengenai blog. Namun apa yang dijelaskan oleh Yaro Starak sangat menarik. Here we go :

Perbedaan Blog dan Website Menurut Yaro Starak ( Blogging Trainer ) :

Pada dasarnya, sebuah blog merupakan website. Ya, blog merupakan website dengan beberapa perbedaan :

1. Artikel diurutkan secara kronologis dengan artikel terbaru di depan.

Hal ini merupakan warisan dari aspek jurnal / diary online untuk blog. Sebelum menjadi bentuk yang sekarang ini, blog merupakan online diary, tempat publisher memajang aktifitasnya. Dan diary, sudah barang tentu diurutkan berdasarkan urutan waktu.

2. Mudah dalam menambahkan konten baru

Pada umumnya blog memiliki “dashboard”/back-end untuk mengelola artikel yang mudah digunakan, oleh pengguna internet awam sekalipun. Hal ini membuat pengguna internet awam dapat mempublikasikan tulisannya dengan mudah, dan mendorong penyebaran blog.

3. Konten diupdate secara berkala

Dalam hal ini, untuk sebuah blog yang dirawat dengan baik. Hal ini membuat pengunjung selalu kembali untuk mendapatkan konten terbaru

4. Blog memungkinkan pengunjung untuk meninggalkan komentar

Hal ini memciptakan banyak perbedaan. Jika website biasa hanya menyediakan “komunikasi satu arah”, pengunjung hanya menerima apa yang diberikan publisher secara gamblang, blog memberikan “komunikasi dua arah” pada pengunjung. Konten yang di publikasi dapat diberi komentar, dan komentar dapat dibalas dengan komentar lain, sehingga tercipta diskusi disana.

5. Blog merupakan “percakapan”.

Blog tidak hanya sedekedar “memberikan informasi” pada pengunjung. Blog melakukan “percakapan” menggunakan media tulisan. Ide dari banyak orang bercampur di blog. Dan percakapan via blog ini mendorong lebih banyak hal, dan salah satunya merupakan “membangun hubungan antar manusia”.

Beberapa kiat yang dilakukan dalam aktifitas ngeblog alias blogging, khususnya berhubungan dengan personal branding adalah sebagai berikut:

  1. Sediakan Profile, Portfolio dan CV Lengkap. Informasi lengkap harus kita berikan lewat blog kita sehingga orang semakin mudah menemukan kita. Yang penting kita sajikan adalah profile lengkap, penghargaan yang kita terima, portfolio dan pengalaman kerja kita, sertifikasi yang kita miliki, daftar publikasi paper, dan cara mengkontak kita (alamat, telepon, email, ym, dsb). Yakinlah bahwa asal positioning yang kita bentuk positif, dan semua tulisan kita sajikan dengan ikhlash untuk kebaikan masyarakat, Insya Allah tidak akan ada yang menyalahgunakan data kita untuk melakukan kejahatan.
  2. Fokuskan Tema Tulisan ke Core Competency yang Kita Miliki. Putuskan dan pilih bidang garapan alias core competency yang kita inginkan dalam karir. Fokuskan tema tulisan hanya di sekitar core competency kita tersebut. Kalau yang kita bidik ada banyak, buat dalam beberapa kategori yang mempermudah pembaca memahami positioning kita. Positioning kita biasanya kita tulis dan subtitle pada blog. Contohnya, saya menggunakan kalimat: Learning, Researching, Entrepreneuring, Teaching, Motivating and Inspiring People. Sedangkan fokus core competency yang saya kejar adalah bidang: Software Engineering, eLearning, Entrepreneurship, Kemahasiswaan, Research Methodology, Open Movement dan Knowledge Management. Meskipun kelihatan banyak, tapi sebenarnya kesemuanya itu masih dalam satu ikatan bahasan yang saling berhubungan. Usahakan kita memiliki success story pada tiap core competency yang kita kejar. Success story bisa berupa produk, services, experience atau hasil penelitian. Sucess story membuat materi dan berbagai hal yang kita sajikan lebih bermakna dan berkarakter, serta tidak garing apalagi hampa.
  3. Tulis Sesuai dengan Target Pembaca dan Gunakan Bahasa “Manusia”. Ketika target pembaca adalah mahasiswa, maka harus menyajikan tulisan dengan bahasa mereka. Bahasa pergaulan, syair lagu anak muda dan ungkapan mereka, kadang harus digunakan, supaya bisa membuat kohesi alias rekatan dengan mereka. Menggunakan bahasa paper yang jaim, jayus dan jablai akan membuat bidikan kita lari, ketika baru satu paragraf membaca tulisan kita. Jadi, mari kita gunakan bahasa “manusia” yang baik dan benar. Tapi jangan terjebak ke pergeseran karakter atau positioning, usahakan tulisan kita tetap sesuai dengan karakter dan positioning kita. Ketika karakter dan positioning  ke arah ilmiah, maka akan menyajikan tema misalnya tentang cinta dengan tetap dalam koridor ilmiah, valid dan logis, meskipun tetap terlihat sentuhan hatinya
  4. Bidik Keyword yang Kita Kejar di Mesin Pencari. Mesin pencari adalah kultur baru pencarian, ini konsep penting yang harus kita pegang. Saya membidik beberapa keyword alias kata kunci yang sesuai dengan core competency saya. Bagaimana caranya? Dengan banyak menulis tentang suatu keyword, sebenarnya kita sudah menciptakan “banjir” keyword di mesin pencari.
  5. Prioritaskan Tulisan ke Tema Bidang Kita yang Sedang Booming. Ketika tema UU ITE dan Pornografi menjadi booming, maka mulai fokuskan tulisan ke tema bahasan UU ITE dan Pornografi di Internet. Dengan harapan bahwa imbas melesatnya pencarian di tema tersebut akan mengarah ke blog kita.
  6. Bangun Komunitas dan Network Lewat Berbagai Layanan Social Network. Banyak orang menertawakan ketika saya bermain di Friendster dan Facebook . Padahal keduanya adalah tren layanan yang digemari anak muda, pelajar dan mahasiswa kita. Ingat bahwa sebagian besar pengakses Internet di Indonesia adalah pelajar dan mahasiswa. Pemilik account Friendster dariIndonesia kabarnya menduduki peringkat tiga sedunia. Saya ingin membuat para pembaca yang saya bidik bisa menemukan saya baik disengaja atau tidak, dari mesin pencari ataupun pada setiap layanan web yang mereka akses. Saya tidak mau kehilangan mereka, karena tulisan-tulisan di blog saya sebagian saya targetkan untuk mereka. Termasuk saya tidak melarang fans berat saya yang membuatkan forum.
  7. Gunakan Strategi Paternalistik Positif dan Heroic Leadership. Masyarakat kita adalah masyarakat paternalistik. Itulah yang membuat perang Pangeran Diponegoro selesai tahun 1830, kenapa? padahal masih ada ribuan pasukan yang siap bertempur melawan Belanda. Alasannya hanya satu, karena Pangeran Diponegoro tertangkap Sifat masyarakat yang paternalistik sebenarnya tidak masalah kita gunakan, asal kita gunakan untuk hal yang positif.
  8. Perbanyak Tulisan dengan Keyword Target Karir. Kembangkan tulisan ke berbagai keyword pekerjaan dan karir yang dibidik. Membidik keyword misalnya, juri software, juri multimedia pembelajaran, dosen software engineering, pakar software engineering, konsultan software engineering, pakar elearning, konsultan elearning, dsb. Semakin banyak membuat tulisan tentang tema-tema itu, semakin banyak peluang blog akan didatangi oleh pengunjung berdasar hasil pencarian pada mesin pencari yang mereka lakukan.
  9. Perbanyak Tema Tentang Produk Kita. Ketika sudah memiliki produk ataupun layanan yang siap dijual, misalnya saya punya produk elearning content dan system yang siap ditawarkan, perbanyak tulisan dengan tema tentang layanan tersebut. Ini bukan berarti bahwa harus menulis tentang produk itu sendiri, tapi bisa saja tulis bagaimana membuat produk tersebut, metodologi apa yang digunakan, bagaimana success story pada saat implementasi, strategi implementasi, dsb.

Buat Kerjasama dengan Majalah atau Koran. Ketika tulisan kita sudah semakin matang, yakin akan banyak majalah dan koran cetak yang mengajak kerjasama untuk mempublish tulisan kita lewat majalah atau koran mereka.

Beberapa hal dari kiat-kiat diatas mungkin seperti mimpi-mimpi yang sulit kita raih. Tapi saya yakin, asal kita punya komitmen dan konsistensi dalam membuat tulisan di blog, makan mimpi tersebut akan tercapai dalam waktu yang cepat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s